
Pertumbuhan perumahan dan kendaraan di Bekasi berjalan sangat cepat. Tidak heran banyak pekerja mengandalkan fasilitas kredit, baik KPR, kredit kendaraan, maupun kredit multiguna. Namun, tanpa perhitungan matang, cicilan bisa menjadi beban jangka panjang.
Hal paling mendasar sebelum mengambil kredit adalah menghitung Debt Burden Ratio (DBR). Secara umum, total cicilan idealnya tidak melebihi 30–40% dari penghasilan bulanan. Misalnya, jika gaji Rp10 juta, maka total cicilan sebaiknya maksimal sekitar Rp3–4 juta. Angka ini penting agar kondisi keuangan tetap sehat dan masih ada ruang untuk kebutuhan harian.
Warga Bekasi juga perlu mempertimbangkan faktor mobilitas. Banyak pekerja masih harus commuting ke Jakarta. Jika mengambil kredit kendaraan, pastikan biaya operasional (BBM, tol, parkir) ikut dihitung, bukan hanya cicilannya.
Selain itu, bandingkan suku bunga dan tenor. Tenor panjang memang membuat cicilan ringan, tetapi total bunga yang dibayar akan lebih besar. Untuk kredit konsumtif seperti kendaraan, tenor moderat (3–5 tahun) biasanya lebih efisien dibanding tenor terlalu panjang.
Yang tidak kalah penting, siapkan dana cadangan sebelum mengambil kredit. Idealnya tetap punya dana darurat meskipun sudah memiliki cicilan berjalan. Ini menjadi “sabuk pengaman” jika terjadi penurunan pendapatan.
Ingin tahu kemampuan kredit Anda sebelum mengajukan?
Chat saya melalui link WhatsApp untuk bantu hitung DBR dan simulasi cicilan secara objektif.
